ALAT TANGKAP TRAWL

A.PENDAHULUAN

1.Definisi Alat Tangkap

Kata “ trawl “ berasal dari bahasa prancis “ troler “ dari kata “ trailing “ adalah dalam bahasa inggris, mempunyai arti yang bersamaan, dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan kata “tarik “ ataupun “mengelilingi seraya menarik “. Ada yang menterjemahkan “trawl” dengan “jaring tarik” , tapi karena hampir semua jarring dalam operasinya mengalami perlakuan tarik ataupun ditarik , maka selama belum ada ketentuan resmi mengenai peristilahan dari yang berwenang maka digunakan kata” trawl” saja.

Dari kata “ trawl” lahir kata “trawling” yang berarti kerja melakukan operasi penangkapan ikan dengan trawl, dan kata “trawler” yang berarti kapal yang melakukan trawling. Jadi yang dimaksud dengan jarring trawl ( trawl net ) disini adalah suatu jaring kantong yang ditarik di belakang kapal ( baca : kapal dalam keadaan berjalan ) menelusuri permukaan dasar perairan untuk menangkap ikan, udang dan jenis demersal lainnya. Jarring ini juga ada yang menyangkut sebagai “jaring tarik dasar”.

Stern trawl adalah otter trawl yang cara operasionalnya ( penurunan dan pengangkatan ) jaring dilakukan dari bagian belakang ( buritan ) kapal atau kurang lebih demikian. Penangkapan dengan system stern trawl dapat menggunakan baik satu jarring atau lebih.

2. Sejarah Alat Tangkap

Jaring trawl yang selanjutnya disingkat dengan “trawl” telah mengalami perkembangan pesat di Indonesia sejak awal pelita I. Trawl sebenarnya sudah lama dikenal di Indonesia sejak sebelum Perang Dunia II walaupun masih dalam bentuk ( tingkat ) percobaan. Percobaan-percobaan tersebut sempat terhenti akibat pecah Perang Dunia II dan baru dilanjutkan sesudah tahun 50-an ( periode setelah proklamasi kemerdekaan ). Penggunaan jaring trawl dalam tingkat percobaan ini semula dipelopori oleh Yayasan Perikanan Laut, suatu unit pelaksana kerja dibawah naungan Jawatan Perikanan Pusat waktu itu. Percobaan ini semula dilakukan oleh YPL Makassar (1952), kemudian dilanjutkan oleh YPL Surabaya.

Menurut sejarahnya asal mula trawl adalah dari laut tengah dan pada abad ke 16 dimasukkan ke Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, dan negara Eropa lainnya. Bentuk trawl waktu itu bukanlah seperti bentuk trawl yang dipakai sekarang yang mana sesuai dengan perkembangannya telah banyak mengalami perubahan-perubahan, tapi semacam trawl yang dalam bahasa Belanda disebut schrol net.

3. Prospektif Alat Tangkap

Perkembangan teknologi menyebabkan kemajuan- kemajuan pada main gear, auxillary gear dan equipment lainny. Pendeteksian letak jaring dalam air sehubungan depth swimming layer pada ikan, horizontal opening dan vertical opening dari mulut jaring, estimate catch yang berada pada cod end sehubungan dengan pertambahan beban tarik pada winch, sudut tali kekang pada otter board sehubungan dengan attack angel, perbandingan panjang dan lebar dari otter board, dan lain-lain perlengkapan.

Demikian pula fishing ability dari beberapa trawler yang beroperasi di perbagai perairan di tanah air, double ring shrimp trawler yang beroperasi di perairan kalimantan, irian jaya dan lain-lain sebagainya. Perhitungan recources sehubungan dengan fishing intensity yang akan menyangkut perhitungan- perhitungan yang rumit, konon kabarnya sudah mulai dipikirkan. Semakin banyak segi pandangan, diharapkan perikanan trawl akan sampai pada sesuatu benntukl yang diharapkan.

B. KONSTRUKSI ALAT TANGKAP

1. Konstruksi Umum Gambar 1

2. Detail Konstruksi Gambar 2

3. Gambar Teknis Gambar 3

4. Bahan dan Spesifikasi Gambar 4

5. Karakteristik

berdasarkan letak penarikan jaring yang dilakukan di kapal kita mengenal adanya stern trawl, dimana jaring ditarik dari buritan ( dalam segi operasionalnya ). Dimana banyak kapal trawl yang menggunakan cara ini, adapun karakteristik dari stern trawl ini antara lain:

Ø Stern trawl tidak seberapa dipengaruhi oleh angin dan gelombang dalam pelepasan jaring, tidak memerlukan memutar letak kapal

Ø Warp berada lurus pada garis haluan buritan sehingga tenaga trawl winch dapat menghasilkan daya guna maksimal sehingga pekerjaan melepas/ menarik dari jaring memerlukan waktu yang lebih sedikit, yang berarti waktu untuk jaring berada dalam air ( operasi ) lebih banyak

Ø Trawl winch pada stern trawl terpelihara dari pengaruh angin dan gelombang, dengan demikian dalam cuaca buruk sekalipun operasi masih dapat dilakukan dengan mudah

Ø Pada stern trawl akibat dari screw current jaring akan segera hanyu, demikian pula otter boat segera setelah dilepas akan terus membuka

Ø Karena letak akan searah dengan garis haluan- buritan, maka di daerah fishing ground yang sempit sekalipun operasi masih mungkin dilakukan, dengan perkataan lain posisi jaring sehubungan dengan gerakan kapal lebih mudah diduga

Ø Pada stern trawl, pada waktu hauling ikan-ikan yang berada pada cod end tidak menjadikan beban bagi seluruh jaring, karena cod end tersendiri ditarik melalui slip way, dengan demikian jaring dapat terpelihara

C. HASIL TANGKAPAN

Yang menjadi tujuan penangkapan pada bottom trawl adalah ikan-kan dasar ( bottom fish ) ataupun demersal fish. Termasuk juga jenis-jenis udang ( shrimp trawl, double ring shrimp trawl ) dan juga jenis-jenis kerang. Dikatakan untuk periran laut jawa, komposisi catch antara lain terdiri dari jenis ikan patek, kuniran, pe, manyung, utik, ngangas, bawal, tigawaja, gulamah, kerong-kerong, patik, sumbal, layur, remang, kembung, cumi,kepiting, rajungan, cucut dan lain sebagainya.

Catch yang dominan untuk sesuatu fish ground akan mempengaruhi skala usaha, yang kelanjutannya akan juga menetukan besar kapal dan gear yang akan dioperasikan.

D. DAERAH PENANGKAPAN

Didalam alat tangkap trawl yang memiliki syarat-syarat fishing ground, antara lain sebagai berikut:

q Dasar fishing ground terdiri dari pasir, Lumpur ataupun campuran pasir dan Lumpur.

q Kecepatan arus pada mid water tidak besar ( dibawah 3 knot ) juga kecepatan arus pasang tidak seberapa besar

q Kondisi cuaca,laut, ( arus, topan, gelombang, dan lain-lain ) memungkinkan keamanan operasi

q Perubahan milieu oceanografi terhadap mahluk dasar laut relatif kecil dengan perkataan lain kontinuitas recources dijamin untuk diusahakan terus-menerus

q Perairan mempunyai daya prokdutifitas yang besar serta recources yang melimpah

E.ALAT BANTU PENANGKAPAN

Pada umumnya kapal-kapal trawl ini digerakkan oleh diesel ataupun steam. Kapal dilengkapi dengan trawl winch, sebagai tenaga penggerak ada yang menggunakan steam engine ( 45-75 HP ) bagi stream trawl dan ada pula yang memakai motor dari 60-90 HP bagi diesel trawl. Winch ini dihubungkan dengan warp, dan untuk mengontrol panjang warp dipasang brake.

Besar jaring yang dipakai berbeda-beda, dan untuk menyatakan besar jaring dipakai penunjuk “ panjang dari head rope “ yang biasanya dengan satuan feet atau meter.

F. TEKNIK OPERASIONAL ( SHOOTING & HAULING )

(1) kecepatan/lama waktu menarik jaring

adalah ideal jika jaring dapat ditarik dengan kecepatan yang besar, tapi hal ini sukar untuk mencapainya, karena kita dihadapkan pada beberapa hal, antara lain keadaan terbukanya mulut jaring, apakah jaring berada di air sesuai dengan yang dimaksudkan ( bentuk terbukanya ), kekuatan kapal untuk menarik ( HP ), ketahanan air terhadap tahanan Air, resistance yang makin membesar sehubungan dengan catch yang makin bertambah, dan lain sebagainya. Faktor-faktor ini berhubungan antara satu dengan yang lainnya dan masing-masing menghendaki syarat tersendiri.

Pada umumnya jaring ditarik dengan kecepatan 3-4 knot. Kecepatan inipun berhubungan pula dengan swemming speed dari ikan, keadaa dasar laut, arus, angin, gelombang dan lain sebagainya, yang setelah mempertimbangkan factor-faktor ini, kecepatan tarik ditentukan .

Lama waktu penarikan di dasarkan kepada pengalaman-pengalaman dan factor yang perlu diperhatikan adalah banyak sedikitnya ikan yang diduga akan tertangkap., pekerjaan di dek, jam kerja crew, dan lain sebagainya. Pada umumnya berkisar sekitar 3-4 jam, dan kadang kala hanya memerlukan waktu 1-2 jam.

(2) panjang warp

factor yang perlu diperhatikan adalah depth,sifat dasar perairan ( pasir, Lumpur), kecepatan tarik. Biasanya panjang warp sekitar 3-4 kali depth. Pada fishing ground yang depthnya sekitar 9M ( depth minimum ). Panjang warp sekitar 6-7 kali depth. Jika dasar laut adalah Lumpur, dikuatirkan jaring akan mengeruk lumpu, maka ada baiknya jika warp diperpendek, sebaliknya bagi dasar laut yang terdiri dari pasir keras ( kerikil ), adalah baik jika warp diperpanjang.

Pengalaman menunjukkan bahwa pada depth yang sama dari sesuatu Fishing ground adalah lebih baik jika kita menggunakan warp yang agak panjang, daripada menggunakan warp yang terlalu pendek. Hal ini dapat dipikirkan sebagai berikut.bentuk warp pada saat penarikan tidaklah akan lurus, tetapi merupakan suatu garis caternian. Pada setiap titik –titik pada warp akan bekerja gaya- gaya berat pada warp itu sendiri, gaya resistance dari air, gaya tarik dari kapal/ winch, gaya ke samping dari otter boat dan gaya-gaya lainnya. Resultan dari seluruh gaya yang complicataed ini ditularkan ke jaring ( head rope and ground rope ), dan dari sini gaya-gaya ini mengenai seluruh tubuh jaring. Pada head rope bekerja gaya resistance dari bottom yang berubah-ubah, gaya berat dari catch yang berubah-ubah semakin membesar, dan gaya lain sebagainya.

Gaya tarik kapal bergerak pada warp, beban kerja yang diterima kapal kadangkala menyebabkan gerak kapal yang tidak stabil, demikian pula kapal sendiri terkena oleh gaya-gaya luar ( arus, angin, gelombang )

Kita mengharapkan agar mulut jaring terbuka maksimal, bergerak horizontal pada dasar ataupun pada suatu depth tertentu. Gaya tarik yang berubah-ubah, resistance yang berubah-ubah dan lain sebagainya, menyebabkan jaring naik turun ataupun bergerak ke kanan dan kekiri. Rentan yang diakibatkannya haruslah selalu berimbang. Warp terlalu pendek, pada kecepatan lebih besar dari batas tertentu akan menyebabkan jaring bergerak naik ke atas ( tidak mencapai dasar ), warp terlalu panjang dengan kecepatan dibawah batas tertentu akan menyebabkan jaring mengeruk lumpur. Daya tarik kapal ( HP dari winch) diketahui terbatas, oleh sebab itulah diperoleh suatu range dari nilai beban yan g optimal. Apa yang terjadi pada saat operasi penarikan, pada hakikatnya adalah merupakan sesuatu keseimbangan dari gaya-gaya yang complicated jika dihitung satu demi satu.

G. HAL YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN TANGKAPAN

Pada saat operasi, dapat terjadi hal-hal yang dapat menggagalkan operasi antara lain:

Ø Warp terlalu panjang atau speed terlalu lambat atau juga hal lain maka jaring akan mengeruk Lumpur

Ø Jaring tersangkut pada karang / bangkai kapal

Ø Jaring atau tali temali tergulung pada screw

Ø Warp putus

Ø Otterboat tidak bekerja dengan baik, misalnya terbenam pada lmpur pada waktu permulaan penarikan dilakukan

Ø Hilang keseimbangan, misalnya otterboat yang sepihak bergerak ke arah pihak yang lainnya lalu tergulung ke jaring

Ø Ubur-ubur, kerang-kerangan dan lain-lain penuh masuk ke dalam jaring, hingga cod end tak mungkin diisi ikan lagi.

Ø Dan lain sebagainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ayodhyoa,A.U.1983.Metode Penangkapan Ikan. Cetakan pertama. Faperik. IPB. Bogor

Subani,W. 1978. Alat dan Cara Penangkapan Ikan di Indonesia,jilid I. LPPL. Jakarta

The Gourack Ropework,Co.,ltd.1961. deep sea trawling and wing trawling

Ward,george,ed.1964. Stern trawling

Email : afiq_mbo@yahoo.com

Komentar
  1. eddy hamka mengatakan:

    ass kak…
    saya mahasiswa perikanan universitas hasanuddin makassar, ambil program studi pemanfaatan sumberdaya perikanan (bhs kasarnya ana’ penangkapan)
    ju2r saya sangat terbantu dengan informasi yang ada. Soalnya sy lagi penelitian ttg desain dan konstruksi dari cantrang. trus rencananya mau buat perhimpunan peneliti muda rancang bangun alat tangkap ikan..he..he..hee

    oh iya… sy ada sedikit masalah soal cantrang.
    khususnya yang menyangkut tali selambar, klau dilokasi penelitian sy tali selambarnya bukan dari bhn polyetilen…masalahnya sy kurang tahu apa nama bahannya, tapi ciri-cirinya warnanya putih, banyak menyerap air, mirip dengan tali kapal pelni (yang biasa dipake untuk menyangktkan didermaga)
    mungkin kakak bisa bantu…
    Thanks sebelumnya
    jaya perikanan

    oa prtma2 sya ucpkan trm ksih dah ngnjung ke blog aku ya…..
    salm knl nama aku taufiq saya ank aceh….

    oa maaf ya koq soal tu sya krang tau ne…..
    kn msih bnyak tali yg lain kn…
    knp ga d gnti ja….
    da yg bhanx monofilament….
    bnyak kn…..
    saya rasa da deh tntang cantrang saya masukin….

    oa sya stju tu dngan ide……
    bgus bngt tu……
    bngkit trus prikanan ku……

  2. FITRI mengatakan:

    salam perjuangan untuk anak Perikanan.
    salam kenal dari fitri si anak perikanan dari UNHAS. banyak hal yang masih fitri bingungkan dari dunia kita ini, terlalu banyak masalah dan kebanyakan dari kita hanya bisa untuk mengeluh dan menghujat. fitri mau minta bantuan nich.. kalo ‘anda’ punya artikel tentang panggunaan, manfaat, cara penggunaan, dan konstuksi WARP pada alat tangkap Cantrang tolong dikirim ke E-mail nya Fitri yach… trima kasih.

    Maaf ya blasx tlat,,,
    keknya da deh di sni tntng cntrangkn,,,
    cba d bka ja ge deh,,,

    slm knal afiq

  3. dwi mengatakan:

    kalo biza materi tentang alat tangkap trawl lebih terperinci

    oke deh……….
    knlin aq afiq…….
    mngkn mbak btuh yg lain….
    sring2 knjngi blog aq ya mbak

  4. mimil mengatakan:

    aslkm….slm knal kak..
    saya jg mhsw perikanan tingkat 2…mskpun sy bkan ank psp, tp..smstr ni sy dpt mk interdept..mw blang mksh bget bwt infrmsinya mskpun blm mnckupi…bngung ni kak,da tgs bkin phon indstri ikan tembang(Sardinella fimbriata)….klw ad infonya tlng krm ke email sy ya kak..mksh sblmny

  5. manu mengatakan:

    halow…
    gw mahswa hukum trisakti…
    sekarang lagi bikin skripsi ttg dampak penggunaan alat tangkap ikan thd lingk.laut…
    lagi bingung soal hal2 teknisnya nih…
    bisa bantu ngga??
    klo ada info soal wilayah perairan indonesia dimana paling sering terjadi penggunaan alat yg merusak lingkungan, tolong kabarin ya…
    deadline sebentar lagi nih…
    terima kasih banyak!!
    Wassalam!

  6. lilah mengatakan:

    aku lilah sedang pkl tentang sig untuk penentuan darerah dugaan fishing ground. saya butuh syarat/kriteria berapa suhu maksimal dan minimal,klorofil maksimal dan minimal?
    terimaksih…

    ne ya,,,,,,,,,
    Suhu merupakan salah satu faktor yang secara langsung mempengaruhi laju metabolisme tubuh ikan/udang. Karena ikan/udang adalah organisme berdarah dingin maka suhu tubuhnya akan mengikuti suhu lingkungan (disebut poikilotherm). Akibatnya, metabolisme tubuh akan meningkat sejalan dengan peningkatan suhu; dan melambat sejalan dengan penurunan suhu.
    Saat metabolisme turun, fisiologi tubuh akan menyesuaikan. Energi akan dihemat karena proses kimia tubuh akan melambat, nafsu makan berkurang dan laju pertumbuhan juga menurun. Ikan (ikan tropis) akan mulai mengalami stres jika suhu 32oC dalam jangka lebih dari 8 jam. Pada suhu <26oC sistem kekebalan tubuh akan berkurang (karena reaksi enzim melambat) dan ikan lebih rentan terhadap serangan penyakit. Sistem osmoregulasi tubuh (intra dan ekstra sel) juga akan menurun sehingga bagi ikan euryhaline akan berpengaruh terhadap kemampuan adaptasi lingkungannya.

    Suhu udara rata-rata yang berkisar 32-33 derajat Celcius, diprediksikannya akan … Temperatur maksimal 33 hingga 36 derajat Celcius dan minimal 21 hingga 22

  7. Khaidar mengatakan:

    Aq seorang kapiten mempunyai pedang panjang..hehe salam om..ada yg aq inginkan ni.tolong dong kirimn aq skema jaring trawl yang biasa di gunakan pada kpl2 trawl australia.aq lg bingung ni.krn crtny aq mau memodif jaring mdl jepang dgn mdl austrli.nah gmn crny pemsngn fly wirenya? Karena other board kita menggunkn kayu.jadi bgmn crny bila dioprskn ob tdk terangkat?
    Prl dikthi pnjng headrope kita 15,50m dan grandrope 20m. Thanks
    Bon peche

  8. Ali mengatakan:

    Ali Bertanya :

    Setelah dibaca sedikit, ada yang ingin saya tanyakan, Menurut anda, Trawl itu baik atau tidak, efisien dan ekonomis atau tidak, mengapa, dan bagaimana?

    • fiqrin mengatakan:

      Tidak,,,,krna trawl tu bsa mrsakkan trmbu krang,,,,dan skrng trawl tu tdak d blehkan lagi mngoprasikan skrng….

  9. Arif mengatakan:

    mas….. bisa kirim tdk alat penangkapan ikan lainnya……. kalau boleh kirim dong di alamat email temen saya…

  10. apple mengatakan:

    wah tanggapan kamu salah,,trawl itu sbenernya di implementasikan di daerah sekitar pantai yang srtukur dasar lautnya empung pasiran,,tapi di indonesia banyak skandalnya,,trawl itu untuk menangkap udang. di daerah kalimantan sangat diharapkan perijinan penggunaan trawl karena potensinya sangat baik untuk di impor dan dijadikan tepung udang,,sejak keluar kepmen alm mbah soeharto pelarangan itu dicetuskan hingga sekarang karena beberapa daerah di indonesia tidak setuju karena pantai yang berbeda2..(nelayan kecil merasa rugi karena trwl dimiliki nelayan besar) bgtu… jd jangan salah paham tentang trwal.. okok..

    dari anak perikanan UGM.

  11. erza wandi mengatakan:

    thanks buat infonya,

  12. dani murseto mengatakan:

    kenapa bila trawl itu dilarang tapi masih bisa digunakan bebas contohnya PPN Brondong Lamongan hampir 80% mereka menangkap ikan demersal di pulau masalembuo dengan menggunakan Trawl, tolong dong kak aku minta gambar gardan yang dibuat untuk menarik jaring trwal

  13. aymin mengatakan:

    krimin gambar trawlx dong ……. biar lengkap, g bingung. makaci

  14. muhaimin mengatakan:

    sy muhimin dari universitas muhammadiyah kendari, artekelx bagus sekali. tolong di sertakan dengan gambarx, skaligus spesifikasi alat tangkapx. thangs ya ………………… jaya perikanan. salam perjuangan …………………………

  15. rizal mengatakan:

    bang ane mau nanya nihhh ,,,,,, k lo trawl yang merusak lingkungan kan yang trawl dasaar ,,,, nah kalu tral permukaam dan pertengahan ,,, apakah merusak lingkungan jga ??

    • taufiq mengatakan:

      Iya prtnyaannya bgus….
      bru2 skrg ne dah ada trawl prtngahan dn prmkaan ya….
      klo untk prtnghan dan prmkaan sdah psti tdak mrsak…
      tpi klo yg dsar iya…krna yg dsar itu akn mrsak trumbu krang khsusnya dan itu sngat brdampak pada plstrian prkanan kta, sdngkan pada trawl prtngahan dan prmkaan yg sya tau tu d gnkan untk mnangkap cmi2, tpi bsa jga untk mnangkap yg lainnya…Thank’ssss

  16. Arif mengatakan:

    terima kasih atas artikelnya, sangat membantu saya dalam mencari referensi tantang alat tangkap Trawl. cuma ada yang masih saya cari dalam teknik pengoperasian tugas-tigas yang harus dilakukan oleh crew kapal pada waktu setting, towing dan hauling, apa saja yang harus dilakukan ?
    sekali lagi terima kasih, maju terus demi kemajuan perikanan.

  17. erly mengatakan:

    saya erly anak perikanan jur pemanfaatan sumberdaya perairan univ.riau… saya merasa terbantu atas artikelnya teruz z buat artikel yg lebih bagusnya karena itu sangat membantu mahasiswa perikanan.

  18. yusnanta mengatakan:

    halo slm kenal semua… da yang punya materi tentang kecepatn kapal terhadap hasil tangkpan gak? tolong low yang punya bagi2 ya mksh..

  19. farid mengatakan:

    salam jaya perik indonesia….
    pa bedanx trawl ma pukat,,
    ni q lg coba2 penyetelan OT,gimana caray penyetelan OT yang baik …
    mksh…

  20. diangiggs mengatakan:

    salam kenal dari sesama psp. bagus artikelnya kayak mata kuliah hehehe. otak saya jadi direfresh lagi nih. Dan ternyata ada mantan dosen saya dulu di dapusnya (Ayodhyoa,A.U.). Asli orang Aceh

  21. blac_jenggo mengatakan:

    saya anak perikanan semester 4 saya kuliah di polnep negeri pontianak saya sangat berterima kasih karna informasinya…

    kalau bisa saya minta gambar2 bagian alat tangkap trawl agr lebis spesifik

  22. arief yoga mengatakan:

    untuk winch kayaknya bukan alat bantu…karena winch adalah alat yang wajib dimiliki oleh kapal trawl,,,

    • kelvin mengatakan:

      sudah berapa kali atau lama anda berlayar dengan kapal perikanan khususnnya kapal trawl?,
      anda harus paham dulu apa yang disebut alat bantu di atas kapal baru bisa mengatakan winch itu bukan alat bantu, salam kenal dari stp jakarta program studi mesin kapal perikanan.

    • satria mengatakan:

      salam kenal,,,sya satria dri STP(sekolah tinggi perikanan Jakarta) , mnurut pengalaman sya, kapal trawl itu adalah kapal penangkapan yg alat tangkap utamanya yaitu dengan mnggunakan jaring seret(towing) baik target penangkapannya itu ikan maupun udang, mka dri itu mnurut sya “winch” itu mrupakan alat bantu penangkapan dari alat tangkap utamanya yaitu jaring. “winch”memang sangat d butuhkan dlm penarikan jaring pda kapal trawl.

  23. wawan mengatakan:

    mohon gambarnya tuk ditampilkan karena tak tersedia..
    atau mungkin anda bisa memberikan materi tersebut…
    terima kasih

  24. Oridian mengatakan:

    salam kenal, sy mhswa tek kelautan ITS….sy sangat tertarik dengan artikelnya mas, kebetulan sy sedang mngerjakan tugas akhir tetang hooking trawl board pd pipa bawah laut….namun ada kendala sedikit mengenai warp trawlnya… apakah diameter maksimal warp 30mm mampu menarik hasil tangkapan?? apa bisa disebutkan jenis material2 yg bnyak digunakan untuk pembuatan warp, khususnya warp yg dipakai di daerah kalimantan…

    mohon pencerahanya…terima kasih

  25. ai mengatakan:

    mksh infonya…
    ikut ngopy ya…

  26. ziqien mengatakan:

    alat tangkap trawl yg msh d perbolehkan utk beroperasi dmn2 aja ya ka’……..

  27. Re9I mengatakan:

    sssssttttttttttthhhhh,,,, numpang lewat Lam kenal ja bwt smw,,,,,
    JALES VEVA JAYA MAHE

  28. dwi yudha aisyah mengatakan:

    saya dwi anak perikanan dr fakultas perikanan unmul kaltim, , ,terima kasih atas artikel ini :) salam kenal bwt smua

  29. fuad mengatakan:

    salam kenal yah …
    aku mau tau tentang kapal trawl rig luar itu seperti apa ???
    bagi yang tau kirim lewat email aku yah … :)

  30. ayuratna mengatakan:

    ada bagian pada trawl yang pembahasannya masih sulit di dapat..
    tolong jelaskan tentang BOBBIN k…
    salam kenal, AYU

  31. zulham efendi mengatakan:

    slam knal ja ae .
    saya dari perikanan bung hatta padang.
    disini pengen menyakan bagian-bagian apa saja yang ad pada alat tangkap tersebut .

    trimakasih…!

  32. nenk siti mengatakan:

    hay teman selamt sore…perkenlakan saya nenk siti,saya kuliah di UNSUR cianjur jur PSP (pemanfaatab sumberdaya perikanan..mu tanya kalau harga trwall berapa sih sama harga kapalnya..saya bingung ada tugas movi suruh cari harga2 kapal…..tapi gak ada….gmna ya bisa bantu gk

  33. Jonrich mengatakan:

    Salam Kenal Ya Om …
    Aku Dari Ambon
    kalau Bisa Desain Alat tangkapnya lebih diperbanyak dengan desain2 alat tangkap lainya
    bila perlu tahapan Pengerjaan Alat tangkap (Rinci)
    thanks Om
    Gbu

  34. hermawan mengatakan:

    1 .nama sya hermawanto, sya bersekolah di batu bara jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan,,,,,,
    saya mw tnyak, knp di selat malaka trawll itu di larang,,,,, pdhal sdah ada ketetapan mentri kelautan dan perikanan pasal 16 ayat 1 C….. menurut tanggapan kakak gmana….???

    2. LED itu sebenarnya apa sih dan bgaimana bentuknya ?

  35. mr.ikhlash mengatakan:

    udah lumayan sih … ada jenis-jenis trawl dan gambar bagian-bagian dari trawl tersebut :)

  36. anto mengatakan:

    thanks atas infox ya ka’……
    ini sangt membantu saya saat presentasi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s