PIKIRAN, SUMBER KEKUATAN

Anda pernah menonton acara “ Sajian langsung Impresario 008″ di RCTI setiap Senin malam? Ada salah satu bagian yang mirip permainan sulap. Konon, itu bukan cuma sulap, tetapi kemampuan seseorang yang di negeri Barat dikenal dengan sebutan psikokinesis.

Musim panas tahun 1971 Israel heboh dengan munculnya pesulap Uri Geller, karena pemuda jangkung itu menampilkan permainan unik: membengkokkan sendok dengan hanya elusan lembut, mematahkan cincin, menaikkan temperatur termometer, menggerakkan jarum kompas, dan memperbaiki jam rusak. Semuanya dia lakukan hanya dengan pandangan mata.

Maka pada 17 Agustus 1971, peneliti Andrija Puharich, dari New York terbang ke Israel untuk menontonnya. Ia terkesan dengan kemampuan Geller mematahkan cincin tanpa menyentuh. Sebelum menggenggamnya erat-erat, si pemilik diminta menunjukkan cincin itu pada penonton. Geller meletakkan tangan di atas tangan si wanita selama beberapa detik. Ketika tangan wanita itu dibuka, cincin itu patah jadi dua.

Pada pertemuan itu, Geller setuju menjalani pemeriksaan ilmiah. Di penginapan Puharich, Geller meletakkan notes lalu meminta Puharich memikirkan 3 angka. Puharich memilih angka 4, 3, 2. “Sekarang buka notes itu,” ujar Geller. Ternyata, notes itu berisi tulisan angka 4, 3, 2 – yang ditulis sebelum Puharich memikirkannya. Mungkinkah Geller mempengaruhi pikiran Puharich untuk memilih ketiga angka itu?

Di kalangan parapsikolog, kemampuan psikokinesis Uri Geller paling terkenal. Namun Nina Kulagina dari Uni Sovyet sebenarnya tak kalah mengagumkan. Ia mampu memisahkan kuning telur dari putihnya, kemudian menyatukan kembali keduanya, tanpa sentuhan sedikit pun! Ingo Swan juga tak kalah terkenal karena mampu menaik-turunkan temperatur air dari jarak jauh.

Di Indonesia, permainan itu dilakukan oleh Deddy Corbuzier (25) yang mengaku ahli membaca pikiran. Salah satu permainan yang membuatnya dihujani telepon, serupa dengan yang dilakukan Uri Geller, yaitu membengkokkan benda logam. Ia bahkan mengajak penonton televisi di rumah untuk sama-sama membengkokkan benda logam.

Dibantu makhluk angkasa
Dalam penelitian Andrija Puharich, Uri Geller mendapatkan kemampuan itu sejak usia enam tahun, saat ia sadar bisa membaca pikiran ibunya. Malah pada usia masuk sekolah, tanpa sengaja ia menyebabkan ketiga jarum jam tangan pemberian ayah tirinya saling berbelit. Padahal, Geller cuma menatap benda itu. Untung, di usia 13 tahun ia telah mampu mengontrol kemampuan itu. Misalnya saat menghadapi kesulitan dalam ujian, ia cukup melihat bagian belakang kepala temannya untuk mencontek, karena ia dapat membaca pikiran mereka!

Kejadian aneh muncul saat penelitian 1 Desember 1971. Dalam keadaan terhipnotis – untuk mengetahui penyebab munculnya kemampuan itu – tiba-tiba Uri Geller berbicara dalam bahasa Ibrani, bahasa pertama yang dikenalnya. Ia seolah kembali ke saat berumur 3 tahun. Di sebuah kebun di Tel Aviv, Geller seolah melihat pesawat berbentuk mangkuk raksasa yang melayang di atasnya dan menyinari sekujur tubuhnya.

Lebih aneh lagi, mendadak terdengar suara aneh dari arah atas ruang laboratorium, bukan dari Geller, “Kami menemukan dan memprogramnya di kebun itu. Ia bertugas memperingatkan manusia yang terancam perang perpecahan.” Begitu sadar, Geller tidak ingat apa-apa lagi. Namun, begitu mendengar rekamannya, ia gelisah, lalu serta merta merebut kaset itu. Aneh bin ajaib, kaset itu lenyap!

Timbul prasangka, Geller sebenarnya memanfaatkan suara perut. Karena takut ketahuan, ia menghilangkan barang bukti yang pasti akan diperiksa dengan alat canggih. Namun terhadap prasangka itu, Andrija Puharich tak setuju, karena bukankah suara itu datang dari atas, bukan dari arah Geller? Jadi, mungkinkah Uri didampingi “makhluk” luar angkasa?

Lain lagi pengakuan Nina Kulagina saat pertama kali menyadari kekuatan anehnya. “Saat itu saya di apartemen dalam keadaan sangat marah dan kecewa. Saya berjalan ke arah lemari. Tiba-tiba teko di lemari itu bergerak ke pinggir, jatuh dan hancur berkeping-keping,” tuturnya kepada Sheila Ostrander dan Lynn Schroeder, dua penulis AS. Setelah itu: pintu membuka-menutup, lampu mati-hidup tanpa sebab.

Bagi awam, kejadian itu sering disebut poltergeist (bahasa Jerman yang artinya: hantu pembuat gaduh – Red). Poltergeist adalah suasana kacau yang tiba-tiba terjadi akibat beterbangannya peralatan rumah tangga. Selama berabad-abad, orang menganggap ini ulah hantu jahat. Namun, belakangan secara lebih rasional kejadian itu dinilai tak lebih dari hadirnya kekuatan psikokinesis yang tidak disadari.

Perihal Uri Geller, sebenarnya sulit dimengerti mengapa ia mengesankan ingin menampilkan faktor makhluk luar angkasa? Padahal ia pun tercatat pernah terbukti mengalami kejadian poltergeist. Bukankah fenomena ini lebih gampang diterima orang lain ketimbang makhluk luar angkasa?

Ingin terkenal
Sejak didirikannya Lembaga Penelitian Kejiwaan di AS tahun 1882, sebenarnya para ilmuwan telah berkutat menyelidiki fenomena paranormal. Kegagalan mereka untuk membuktikan klaim para pelaku, lebih karena kekuatan paranormal tak bisa dikontrol kapan munculnya.

Berbeda dengan Uri Geller yang mampu menentukan kapan ia akan menggunakan kekuatan paranormalnya. Dalam tes di Stanford Research Institute, Kalifornia, di bawah pimpinan Dr. Hal Puthoff dan Russel Targ, ia bisa membengkokkan cincin kuningan. Herannya, setiap kali Uri Geller berkonsentrasi, monitor tv menjadi kacau dan komputer di ruangan lain di lantai bawahnya tidak berfungsi baik. Diduga, ia menghasilkan listrik yang misterius.

Geller pun menjalani tes ESP, di antaranya menebak benda yang tersembunyi di bawah kaleng dalam ruang tertutup. Dari 14 tebakan, 12 jawabannya benar. Prestasi yang sama ditampilkan saat ia harus menduplikasi gambar yang disimpan di dalam amplop tertutup. Dua ujian terakhir membuktikan kemampuan telepatinya atau membaca pikiran.

Namun hasil tes itu belum bebas kritik. Joseph Hanlon dalam New Scientist menuduh Puharich dan Geller telah bersekongkol. Perlu diketahui, Dr. Andrija Puharich adalah dokter ahli peralatan kesehatan yang telah mematenkan suatu alat penerima yang dapat disembunyikan di gigi. Alat itu dapat saja menghubungkan Uri dengan orang yang memasukkan gambar di dalam amplop.

Serangan lebih keras datang saat Geller diamati Charles Reynolds (pesulap profesional yang juga fotografer Majalah Time) dan ilusionis terkenal James Randi.

Tanpa ragu Randi menyimpulkan Geller cuma penipu yang ambisius. Namun di hadapan mereka plus dua editor Time, Geller tetap menunjukkan kemampuan telepatinya dalam menduplikat gambar dalam amplop tertutup, membengkokkan gagang garpu dan kunci apartemen Reynold – sekadar untuk menguji garpu yang dimainkan tidak direkyasa – dengan sentuhan pelan.

Masalahnya, kedua pesulap mengklaim juga mampu melakukan hal yang sama. Selain itu, menurut Randi dan Reynold, Geller ketahuan berbuat curang dengan menekankan garpu di pinggiran meja. Tak berhenti di situ, mereka juga menuduh Uri meninggalkan Israel karena akal bulusnya diketahui ahli komputer dan psikolog.

Maka disimpulkan, Uri Geller adalah cuma pesulap yang kadang-kadang memiliki kemampuan psikokinesis. Trik-trik sulapnya baru dimanfaatkan pada saat ia tidak mampu mengeluarkan kekuatan pikirannya.

Masalahnya, bagaimana dengan klaim para penonton yang mengaku juga ikutan mampu mambengkokkan benda logam saat menonton acara Geller di tv? Tenaga siapa yang digunakan saat itu?

Denyut jantung meningkat 4 kali lipat
Penelitian mengenai psikokinesis, meski telah lama dilakukan (di antaranya tahun 1952), belum banyak memberi hasil memuaskan. Yang sempat dicatat terbatas pada saat-saat kejadian psikokinesis berlangsung. Ketika sebuah meja melayang, misalnya, temperatur udara ruangan turun secara dramatis. Malah seorang peserta (yang kemudian diketahui sangat peka) menjadi trance.

Rahasia psikokinesis sedikit tersingkap saat diadakan serangkaian percobaan laboratorium terhadap Nina Kulagina dari Uni Sovyet tahun 1970-an. Dari penelitian itu nampak gamblang faktor psikis dan fisik bekerja sama.

Pada sebuah tes, elektroda kecil dipasang di kepala, alat perekam ditempelkan di dada dan pergelangan tangannya, sehingga getaran listrik yang muncul selama aktivitas psikokinesis dapat dimonitor. Hasilnya, arus listrik di otaknya meningkat sangat tinggi, denyut nadinya meningkat menjadi 240 denyut per menit (pada orang normal adalah 70 denyut/menit).

Medan magnet di sekeliling Nina juga melonjak. Ketika kekuatan listrik dan elektromagnetik mencapai puncak, dua faktor itu menyatu. Saat inilah ia mampu menggerakkan objek tanpa menyentuhnya.

Satu fakta baru ditemukan, pelaku psikokinesis yang harus berkonsentrasi dengan keras akan kehilangan berat badannya. Nina sendiri setiap menjalani percobaan kehilangan 1,8 kg dari berat tubuhnya. Contoh lain adalah cenayang Eusapio Palladino (1854 – 1918) yang kehilangan 9 kg saat mengalami “kerasukan”.

Menurut catatan, temperatur ruang turun hingga 4,4oC dalam 10 detik. Hal ini menunjukkan bahwa sejumlah energi telah dilepaskan. Bukti adanya pelepasan energi ini bukan hanya pada percikan sinar biru – seperti yang dilihat beberapa saksi – tapi juga pada kenyataan terganggunya fungsi peralatan listrik seperti lampu, TV, alat memasak yang dilaporkan mati hidup sendiri. Sering juga dilaporkan alat perekam terpengaruh sehingga tidak memberikan hasil yang memuaskan. Namun, keadaan ini jarang terjadi.

Timbulnya arus listrik adalah produk sampingan lain yang dapat diukur dari psikokinesis. Beberapa percobaan dilakukan di Folkestone, Kent, tahun 1973. Ada 7 orang duduk mengelilingi meja. Semuanya meletakkan telapak tangan mereka di atas meja. Ternyata muncul arus listrik yang cukup kuat selama 3 detik.

Penemuan lain adalah, dugaan adanya hubungan langsung antara psikokinesis dengan hiperventilasi, atau bernapas cepat dan dalam yang dipakai para cenayang untuk memasuki fase trance. Cara ini juga dipakai untuk meningkatkan aktivitas otak.

Observasi selanjutnya menunjukkan, Nina ada dalam kondisi gelisah. Sebuah alat EEG yang mencatat aktivitas otaknya menunjukkan bahwa ia agak pening, pola tidurnya terganggu, kadar gula darahnya meningkat, dengan denyut jantung tak teratur. Sesungguhnya gejala serupa bisa ditemukan pada penderita epilepsi ringan dan wanita yang menstruasi. Selain itu pada Nina terjadi ketidakseimbangan hormon yang serius, serta seluruh anggota badannya lemah dan sakit.

Kesimpulannya, kekuatan psikokinesis berasal dari kondisi psikis tertentu, dengan gejala fisik yang mencolok. Tetapi semua tetap tergantung pada siapa yang membangkitkannya.

Pengaruh kekuatam alam
Hanya orang tertentu, yang memang berbakat dan lalu mengembangkannya, yang mampu melakukannya. Hal itu dibenarkan Deddy Corbuzier yang untuk mengembangkannya harus menimba ilmu selama 4 tahun.

Menurut peneliti William Roll, suatu tempat yang dipengaruhi oleh aktivitas poltergeist mampu dengan mudah membangkitkan lagi gangguan lain.

Jika demikian halnya, apakah kekuatan psikokinesis berasal dari kekuatan alam, yang keluar hanya melalui orang-orang tertentu? Ide tentang peran kekuatan kosmos di balik kejadian yang menakjubkan itu sudah muncul setidaknya sejak 4 abad silam. Di antaranya adalah ilmuwan Paracelsus (1493 -1541), serta dokter dan ahli hipnotis terkenal Franz Anton Mesmer (1734 – 1815) sependapat dengan hal itu.

Namun para parapsikolog zaman sekarang tak sepakat. Mereka lebih melihat psikokinesis sebagai bentuk kekuatan pikiran. Seperti pendapat Scott Rogo dalam Journal of the Society for Psychical Research Juni 1980: “Psikokinesis adalah fenomena yang begitu sering dipertentangkan. Aktivitas ini melibatkan kekuatan mental dan fisik secara bersamaan.”

Apalagi ada anggapan, selama ini orang hanya menggunakan sebagian kecil dari seluruh kemampuan otaknya. Jika ada cara untuk meningkatkan penggunaan otak, maka akan diperoleh pula peningkatanan intelegensia, memori, kejernihan, dan kepercayaan diri, selain juga kemampuan untuk mengontrol kekuatan otak – seperti psikokinesis. Semakin banyak otak dipakai, lebih besar pula kontrol kita atas kemampuan otak yang “tidur”. Meditasi, misalnya, mampu meningkatkan pemakaian otak. Kondisi rileks seperti itu akan merangsang hubungan antara neuron yang memperluas kerja otak. Hal ini sekaligus mendukung teori bahwa pikiran adalah sumber kekuatan.

Sampai kemudian muncul pendapat yang lebih mencengangkan dari Prof. A.R.G. Owen: aktivitas poltergeist adalah konversi dari neurosis – tepatnya kecemasan yang berlebihan – sehingga mampu mengakibatkan keluarnya beraneka bunyi dan menggerakkan bermacam-macam benda. Tapi mengapa pula aktivitas itu bisa hilang? Menurut Owen, “Aktivitas itu lenyap – meski secara perlahan – mungkin karena ia bukanlah penyakit, tapi justru obat dari neurosisnya.”

Komentar
  1. arista mengatakan:

    kayanya pernah baca.. dari intisari ya bos….

  2. Esy mengatakan:

    itu fenomena Indigo.Tuhan menurunkan generasi2 terbaru & terbaik dg tingkat spiritual yg tinggi utk memahami ttg penciptaan/ kejadian, perbaikan yg dibutuhkan utk mnyelamatkan manusia dari kehancuran yg fatal.jd bukan hannya pamer kekuatan & kesombongan/ apalg jk dikatakan sbg kelainan neurosis, itu sgt2 tidak benar & tidak ilmiah!!…Bila ini kelainan mengapa semakin byk jumlah manusia yg memilki fenomena tsb??dan tidak ada cara apapun yg dpt mmbendungnya.Dg kelebihan yg tidak dimilki generasi sblmya, Indigo punya misi yg jelas & netral. kecuali bg yg langkahnya telah dibelokkan oleh orang2 yg menginginkan materi semata (alias tdk brtanggung jwb!)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s